Single Post

Risiko dan Pencegahan COVID-19 terhadap Ibu Hamil

Rabu, 29 September 2021

Banner

Kehamilan merupakan momen indah dalam rumah tangga. Memiliki buah hati adalah anugerah tiada terkira dalam hidup. Pasalnya ini fase yang penuh tantangan sekaligus membahagiakan karena menanti kehadiran si kecil. Namun demikian, hamil di masa pandemi Covid-19 perlu ekstra menjaga diri, utamanya bagi kesehatan ibu serta janin.  

Pertanyaan yang muncul di publik mengenai hal tersebut salah satunya yakni, apakah wanita hamil lebih berisiko tertular Covid-19? Seperti dikutip dari Seeds of Innocence bahwa selama wabah SARS 2003, tingkat kematian ibu jauh lebih tinggi. Jadi, penting untuk mengambil tindakan tepat guna melindungi diri serta buah hati. 

Lantas apa saja risiko terhadap ibu dan bayi serta pencegahan Covid-19 terhadap wanita hamil? Simak ulasannya berikut ini!

Risiko dan Pengaruh Covid-19 terhadap Ibu Hamil

Studi menunjukkan bahwa kehamilan mengubah sistem kekebalan wanita, sehingga risiko komplikasi bisa meningkat jika terinfeksi virus Covid-19, seperti kelahiran prematur atau bayi lahir meninggal. Dilansir dari situs resmi The Royal College of Obstetricians and Gynaecologist milik Inggris, sekitar dua pertiga perempuan hamil yang terinfeksi virus tersebut tidak memiliki gejala sama sekali. 

Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa gejala yang dialami ibu hamil seperti halnya flu ringan. Namun demikian, risiko terhadap mereka lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak di masa kehamilan, utamanya saat berada di fase trimester tiga. 

Lebih lanjut, pada ibu hamil dengan gejala Covid-19, peluang kemungkinan bayi prematur atau lahir lebih awal yakni dua kali lipat. Selain itu, melalui riset yang dilakukan oleh RCOG di Inggris menemukan bahwa mereka lebih mungkin mengalami pre-eklampsia, sehingga membutuhkan proses lahiran darurat seperti operasi Caesar. 

Dampak Covid-19 terhadap Bayi

Ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi, tetapi apakah hal ini juga dapat memengaruhi janin dalam kandungan? The Royal College of Obstetricians and Gynaecologist melaporkan bila saat ini virus tersebut tidak menyebabkan masalah dengan perkembangan bayi. Di samping itu  juga nihil bukti yang menyatakan bahwa virus ini dapat meningkatkan kemungkinan keguguran di awal kehamilan. 

Penularan Covid-19 dari ibu ke bayinya selama kehamilan atau persalinan (atau biasa dikenal dengan penularan vertikal) jarang terjadi. Terinfeksi atau tidaknya pada anak tidak dipengaruhi oleh cara kelahiran maupun pilihan makanan. 

Laporan dari Obstetric Surbeillance Study (UKOSS) pada Januari 2021, sekitar 1.148 wanita hamil dengan Covid-19 dirawat di rumah sakit pada Maret-September 2020. Hampir satu dari lima melahirkan prematur. Akan tetapi, mereka tidak menunjukkan gejala signifikan, sementara kondisi bayi baik-baik saja. Dengan demikian penularan terhadap buah hati rendah. 

Pencegahan dan Penanganan Covid-19 terhadap Ibu Hamil

Wanita hamil dimasukkan dalam daftar risiko sedang sebagai tindakan pencegahan. Memungkinkan bagi mereka untuk mengalami komplikasi selama hamil dan melahirkan. Maka dari itu, perempuan hamil harus mengikuti panduan tentang penanganan Covid-19, seperti misalnya tentang isolasi diri dan menambah imun melalui makanan bernutrisi. 

Laporan menyebutkan seperti dikutip dari RCOG menyebutkan bila orang dengan kadar vitamin D rendah lebih berisiko mengalami komplikasi pernapasan jika terinfeksi Covid-19. Namun hingga kini tidak ada cukup bukti yang menunjukkan bahwa itu mencegah virus. 

Maka, wanita hamil perlu memfokuskan pada perkembangan janin dalam kandungan. Seperti konsumsi vitamin D untuk kesehatan tulang dan otot, bukan sebagai pengobatan Covid-19. Konsultasi dengan dokter kandungan apabila memiliki pertanyaan seputar nutrisi atau lakukan pencegahan sejak awal terhadap virus corona.   

Logo
PT Medika Nuswantara Digital

Embarcadero Suites Lantai III Jl. Buntu gang buntu No.32, Pd. Pucung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229

Follow Kami