Single Post

Tipe dan Varian Covid-19 yang Perlu Diketahui

Rabu, 29 September 2021

Banner

Pandemi Covid-19 membuat kehidupan berubah total. Jika biasanya manusia saling berinteraksi satu sama lain, kini harus menjaga jarak. Terlebih juga perlu menggunakan masker ketika keluar rumah demi mencegah terjangkitnya virus.

Pencegahan lebih baik guna meningkatkan imunitas agar tidak mudah terinfeksi oleh virus. Adapun yang perlu dilakukan yakni menjaga pola makan, biasakan berolahraga, lakukan hal-hal positif hingga mencari informasi terkait Covid-19 sebagai ilmu pengetahuan tambahan.

Virus selalu berubah dan memunculkan varian baru. Lain macam, lain pula cara kerjanya. Seperti dilansir dari situs resmi Centers for Disease Control and Prevention, penelitian mengenai perubahan virus yang menyebabkan Covid-19 terus dilakukan. Tujuannya agar membantu manusia memahami mengenai percepatan penyebaran strain dan bagaimana pengaruhnya untuk kesehatan.

Berikut beberapa varian Covid-19 yang perlu diketahui sebagai informasi tambahan!

Alpha (B.1.1.7)

Pada akhir 2020, seperti dilansir dari Web MD Health Service, para ahli mencatat mutasi gen pada kasus Covid-19 ditemukan di Inggris bagian tenggara. Varian ini dilaporkan ke berbagai Negara dunia. Mereka memperkirakan bila ini membuat virus lebih mudah menular dengan presentase mencapai 70%. Maka risiko kematian juga semakin tinggi.

Pada varian Alpha, protein spike membantu virus menginfeksi inangnya. Vaksin membuat antibodi melawan beberapa bagian dari protein spike. Jadi, hal tersebut memunculkan mutasi baru yang membuatnya kurang efektif.

Beta (B.1.351)

Varian lain dari virus yang telah ditemukan di beberapa Negara lain ialah Beta. Mutasi ini menyebar di Afrika Selatan dan Nigeria dan terbilang lebih mudah menyebar.

Namun demikian, varian Beta tidak begitu menimbulkan efek buruk bagi penderitanya. Bahkan vaksinasi maksimal bisa mencegah dari jenis ini.

Gama (P.1)

Pada Januari 2021, para ahli menemukan adanya varian baru dari turis Brasil yang singgah di Jepang. Lantas menyebar hingga ke Amerika Serikat.

Varian Gamma juga merupakan salah satu varian yang mudah menular. Ia bisa kembali menginfeksi orang yang pernah terjangkit Covid-19. Seperti dilansir dari Web MD Health Service, sebuah laporan dari Brasil mengkonfirmasi bahwa seorang wanita berusia 29 tahun terinfeksi lagi setelah beberapa bulan sebelumnya dirawat karena corona.

Delta (B.1.617.2)

Varian Delta ditemukan di India pada Desember 2020. Ini menyebabkan lonjakan besar pada pertengahan April 2021, kemudian menyebar ke 43 negara termasuk Indonesia.

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan protein membuat varian Delta mudah menular dengan presentase 50%. Bagi orang yang belum divaksin, jenis ini menyebabkan gejala dan sakit lebih parah dari pada lainnya.

Tingkat vaksinasi yang relatif rendah di beberapa wilayah membuat varian Delta menyebar begitu cepat. Dengan demikian, cara terbaik untuk mencegahnya ialah dengan melakukan vaksin.

Mu (B.1.621)

Varian ini ditemukan di Kolombia pada Januari 2021. Sejak saat itu, Negara-negara di Amerika Selatan serta Eropa melaporkan adanya wabah Mu.

Di Amerika, menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention Mu mencapai puncaknya pada Juni 2021. Namun di awal September ini mulai menurun.

Hingga saat ini, para ilmuwan masih meneliti varian Mu. WHO mengatakan bahwa ini mutasi yang mungkin membuat vaksin Covid-19 dan sistem kekebalan tubuh kurang efektif melawannya. Data awal menunjukkan bila itu memiliki kesamaan tertentu dengan Beta, namun masih dikaji lebih dalam.

R.1

Para ilmuwan pertama kali mendeteksi R.1 di sejumlah Negara, termasuk Jepang. Wabah meluas ke panti Jompo yang ada di Kentucky pada Maret 2021. Ketika itu seorang petugas kesehatan yang tidak divaksinasi menyebarkannya pada sekitar 45 staf serta penghuni lainnya.

Mengenai hal itu, WHO kemudian merilis pada April 2021 bahwa varian ini masih dalam pemantauan. Karakteristiknya bisa menimbulkan risiko bagi manusia di masa mendatang.

Teori menganai berbagai varian virus corona berasal dari sebuah penelitian di Cina. Sampai saat ini masih dalam pengamatan mengenai perubahan RNA dari waktu ke waktu guna mencari tahu keterkaitan masing-masing varian.

 

 

Logo
PT Medika Nuswantara Digital

Embarcadero Suites Lantai III Jl. Buntu gang buntu No.32, Pd. Pucung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229

Follow Kami