Single Post

Perbedaan Vaksin Astra Zeneca dan Sinovac: Cara Kerja, Efektivitas dan Efek Samping

Rabu, 29 September 2021

Banner

Covid-19 bermutasi menjadi berbagai macam varian, seperti Alpha, Beta, Gama, Delta hingga R1. Masing-masing memiliki pola penyebaran cepat, sehingga mudah menular dari manusia satu ke lainnya. Dengan demikian, vaksinasi digalakkan guna menekan persebaran.

Pencegahan melalui vaksin sudah dilakukan di berbagai negara dunia, salah satunya Indonesia. Beberapa vaksin Covid-19 yang paling terkenal dan telah disetujui antara lain Pfizer/BioNTech, Moderna, Oxford/AstraZeneca, Sputnik V Rusia, CoronaVac dan Sinopharm China.

Vaksin Covid-19 yang biasanya digunakan dan dikenal oleh masyarakat Indonesia yakni Sinovac dan Astra Zeneca. Keduanya merupakan jenis berbeda baik dari cara kerja, efektivitas, dan efek samping yang ditimbulkan. Sebagai bahan pertimbangan, sebaiknya ketahui perbedaan antara keduanya berikut ini!

Astra Zeneca

Kolaborasi antara Universitas Oxford dan perusahaan farmasi Inggris-Swedia Astra Zeneca menghasilkan vaksin Covid-19. Ini masih tergolong sebagai vaksin tradisional, bukan mRNA seperi Moderna dan Pfizer/BioNTech.

Dilansir dari Health Line, vaksin Astra Zeneca mengandalkan Adenovirus Simpanse untuk membawa spike protein dari virus corona ke dalam tubuh agar menciptakan respon kekebalan. Dengan demikian, sistem imunitas menggunakan informasi ini guna merancang pertahanan dan membuatnya lebih siap melawan infeksi.

  • Apa itu Adenovirus pada Astra Zeneca?

Adenovirus merupakan virus yang sangat umum. Biasanya menyebabkan penyakit ringan seperti flu biasa. Ada lebih dari 50 jenisnya yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan cepat melakukan penyerangan terhadap tubuh.

Ketika dimodifikasi sebagai vaksin, Adenovirus sangat efisien dalam membantu menghasilkan respon imun. Jenis ini juga dikenal dengan vaksin vektor virus.

 

  • Cara kerja vaksin Astra Zeneca

Gen spike protein dari Covid-19 diambil dan dimasukkan ke dalam virus flu biasa yang tidak berbahaya. Ketika disuntikkan ke dalam tubuh, sel-sel mulai mereproduksi spike protein.

Sistem kekebalan membalas dengan memproduksi antibodi dan menciptakan Sel-T guna menghancurkan sel-sel tersebut dan mencegah penggunanya jatuh sakit. Apabila orang tersebut terinfeksi Covid-19 di kemudian hari, mereka kini memiliki antibodi dan sel-T untuk menghadapinya.

 

  • Efektivitas Astra Zeneca

Dilansir dari MYACARE Health and Wellness Simplified, Astra Zeneca mengklaim efektivitas mencapai 70 persen. Kemudian 62 persen pada orang yang menerima dua dosis penuh dan mendekati 90 persen untuk satu setengah dosis penuh.

Berdasarkan laporan dari China Global Television Network, Astra Zeneca memiliki efektivitas 76 persen untuk dua dosis penuh. Untuk menguji kemanjuran vaksin, kelompok peneliti menganalisis hasil dari 11.000 sukarelawan. Di antara mereka yang telah menerima dan masih terinfeksi jumlahnya hanya 10 persen saja, namun gejala serta sakit dialami tidak begitu parah.

Kesimpulannya dari keseluruhan research, Astra Zeneva terbukti memiliki kemanjuran 76 persen. Sebagai tambahan, vaksin tersebut juga efektif melawan varian Delta setelah menerima dosis kedua.

 

Sinovac

Sinovac atau juga dikenal dengan nama lain CoronaVac. Vaksin Covid-19 ini dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi Tiongkok.

Sinovac juga menggunakan virus untuk menciptakan kekebalan. Berbeda dengan Astra Zeneca yang menggunakan Adenovirus, vaksin ini menggunakan partikel virus SARS-Cov-2 yang tidak aktif.

 

  • Apa yang dimaksud virus tidak aktif?

Ketika vaksin dibuat dari virus tidak aktif, berarti bagian yang menyebabkan penyakit dihancurkan, tetapi informasi genetik dasarnya tetap ada.

Ketika distuntikkan sebagai vaksin, virus yang tidak aktif akan melatih sistem kekebalan untuk melawan penyakit, namun tidak akan membuat penggunanya sakit.

 

  • Cara kerja vaksin Sinovac

Vaksin dibuat dengan menggunakan teknologi dan telah terbukti bekerja secara aman serta efisien pada manusia. Partikel dari virus yang dinonaktifkan dengan menggunakan bahan kimia, panas atau radiasi disuntikkan ke dalam tubuh. Kemudian ini akan memicu respons kekebalan dan mencegah manusia jatuh sakit.

Jikapun setelah mendapatkan vaksin masih terinfeksi Covid-19, gejala dan sakit yang ditimbulkan tidak terlalu berat. Diperlukan dua dosis vaksin dengan jarak 21 hari untuk hasil lebih maksimal.

 

  • Efektivitas Sinovac

Dilansir dari MYACARE Health and Wellness Simplified, data dari uji coba fase III yang dilakukan di Turki, Chili, Indonesia, Filipina, dan Brasil melaporkan hasil bervariasi.

Para ahli di Universitas Chili melaporkan bahwa vaksin memiliki efektivitas 56,5 persen setelah menerima dosis 2. Sementara peneliti Brasil yang telah melakukan uji coba menemukan presentasi 62,3 persen.

Dengan adanya perbedaan itu, WHO melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa  efektivitas vaksin sebesar 51 persen dalam mencegah gejala virus.

 

Efek samping Astra Zeneca dan Sinovac

Efek samping dari sebagian besar yang dirasakan ialah rasa sakit serta nyeri di bagian yang disuntik. Pada penerima Sinovac dilaporkan hanya mengalami reaksi ringan dan sembuh dalam 2 hari.

Sementara efek samping Astra Zeneca lebih lanjut yakni meriang, diare, sakit kepala, dan kelelahan pada tubuh.

Sejak awal pandemi, tim ilmuwan di seluruh dunia bekerja untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Sebagai hasil dari upaya tersebut, saat ini masyarakat dengan mudah memilih jenis mana yang akan digunakan sebagai pelindung tubuh.

Logo
PT Medika Nuswantara Digital

Embarcadero Suites Lantai III Jl. Buntu gang buntu No.32, Pd. Pucung, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten 15229

Follow Kami